| doc. Thang Long University Of Vietnam 2013 |
Beberapa tahun yang lalu menjadi
tahun yang menggembirakan dan tahun yang menyedihkan buatku.
Bahagia karena lulus dari sekolah menengah atas dan sedih bisa lanjut ke
perguruan tinggi atau tidak. Dua hal itu yang selalu menghantui fikiranku.
Kemanapun, kapanpun, dan dimanapun aku berpijak, dalam fikiranku selalu ada dua hal itu. Sejak kepergian ayah,
perekonomian di keluargaku menjadi pas – pasan. Ibu bekerja hanya cukup untuk
biaya kebutuhan sehari – hari di rumah, setelah lulus kuliah kakakku juga belum bekerja, sedangkan
jika aku ingin melanjutkan kuliah,
maka akan butuh biaya yang sangat banyak.
Disaat teman – teman mulai sibuk berencana
untuk memilih kampus dan jurusan impian mereka, aku hanya melihat dan hanya
ikut bermimpi. “andai aku bisa seberuntung mereka”. Setiap kali jam kosong di
kelas, semua pada bercerita akan daftar di kampus ini dan di kampus itu,
jurusan ini dan jurusan itu. Di sekolahku, semua jalur masuk perguruan tinggi
di pasarkan, siapa saja yang mau ikut daftar dipersilahkan menghubungi Guru BP dan akan diuruskan mulai pendaftaran hingga proses seleksi masuk
akan diantarkan pihak sekolah.
“Kriiiiiiiiiiiiiiiiingggg”,
bel istirahat telah berbunyi dan membubarkan lamunanku.
